Skip to content

Sebuah Renungan Untuk yang Merasa Dirinya Sudah Merdeka

August 22, 2009

Tujuh belas agustus tahun 45
itulah hari kemerdekaan kita…
hari merdeka nusa dan bangsa
hari lahirnya bangsa Indonesia
Meeerrrdeeeekaaaa…

Itulah petikan dari lagu Tujuh Belas Agustus yang sering kita nyanyikan diwaktu merayakan hari kemerdekaan Indonesia. Setelah hampir dua tahun meninggalkan tanah air tercinta dan telah absen absen dari upacara bendera setiap tanggal 17 Agustus pagi telah mambuatku merindukan momen-momen bersejarah itu. Padahal sewaktu aku duduk di bangku sekolah dari kelas satu sekolah dasar sampai kelas tiga sekolah menengah atas, aku selalu mancari alasan untuk manghindari upacara bandera 17an. Dan entah kenapa setelah aku meninggalakan tanah air aku baru sadar betapa aku merindukannya.

Pada peringatan tujuh belas agustus tahun ini aku mendapatkan kesempatan untuk menghadiri upacara yang diselenggarakan oleh Konsulat Jendral Republik Indonesia yang berada tidak jauh dari kampusku ya kalau dihitung sekitar 3 jam dengan manggunakan mobil pribadi dengan kecepatan diatas 110KM/Jam, dari pada ke kedutaan besar yang letaknya di ibukota Negara ini memerlukan waktu 7-8 jam dari kampus.

Perjuangan menuju tempat “impian” dimulai pagi hari, aku bersama teman-teman sesama jurnalis persatuan pelajar Indonesia berangkat mandahului matahari. Setelah menuanikan sholat subuh kami semua berangkat dengan 5 buah mobil yang mangangkut 5 orang setiap mobil. Diperjalanan kami dimanajakan dengan pemandangan pagi hari sebuah negeri bagian bernama kedah yang masih berkabut dan juga ketika matahari terbit di ufuk timur. Temanku yang bertugas mengemudi mobil mamacu dengan kecepatan diatas batas yang diperbolehkan di jalan tol demi mengejar waktu pelaksanaan yang diinformasikan akan dilaksanakan pada pukul 8.30 waktu setempat. Kami sampai di kediaman bapak konsul jendral pada pukul 9 waktu setempat dan kami sudah ketinggalan setengah prosesi upacara tapi kami tetap puas melihat sangsaka Merah Putih berkibar dengan megahnya di Negara lain.

Tanggal 17 Agustus 2009 Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke 64. Di umur yang sudah cukup matang bagi sebuah Negara hal yan patut kita pertanyakan adalah ‘Apakah kita sudah merdeka?’ kalau kita tinjau secara toritis memang Indonesia sudah merdeka, akan tetapi dalam praktiknya Indonesia belum sepenuhya merdeka. Hal ini dapat dibuktikan dari berbagai aspek sebagai contoh Ekonomi, Indonesia masih menggantungkan ekonominya dari sektor ekspor dan impor padahal jika kita menelaah lebih dalam Indonesia memiliki potensi untuk maju dengan tanaga sendiri tanpa campur yangan Negara lain. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang tak terhitung tetapi mengapa kita basih bergantung pada Negara lain? Menurut beberapa artikel/jurnal yang aku baca beberapa Negara tetangga Indonesia mangakui kehebatan Indonesia sebagai contoh Singapore, Negara kecil ini tidak akan mampu seperti sekarang jika bukan kerena campur tangan Indonesia. Setiap tahun banyak turis dari Indonesia berkunjung ke Singapore hanya untuk manghabiskan uang untuk berbelanja disana, hal ini berarti menghasilkan devisa untuk Negara Singapore. Malaysia, adalah Negara yang banyak bergantung kepada Indonesia karena tenaga kerjanya. Tenaga kerja Indonesia di Malaysia berjumlah hampir dua puluh ribu orang mulai dari yang teratas iaitu para professional di bidangnya maupun yang terendah iaitu para buruh dan pembantu rumah tangga.

Pendidikan, Indonesia jelas masih belum merdeka dari segi pendidikan, walaupun pemerintah saat ini telah menetapkan kebijakan bebas biaya sekolah untuk wajib belajar 9 tahun tapi di beberapa daerah khususnya daerah pedalaman masih banyak rakyat Indonesia yang tidak bisa merasakan betapa indahnya pendidikan. Hal ini bukan karena tidak digratiskannya sekolah tetapi kerena keadaan bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan dan tidak layak untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Indonesia banyak memiliki tenaga profesional tetapi bukan di dalam negeri melaikan di luar negeri. Tanaga ahli Indonesia tersebar hampir di seluruh penjuru dunia, mereka telah berprestasi di bidangnya masing-masing. Indonesia memiliki sumber alam yang melimpah tetapi kekurangan tenaga ahli untuk memprosesnya dari barang mentah menjadi barang siap guna, tapi mengapa para tenaga ahli indonesia tidak mahu kembali ke tanah air dan membangun negaranya? Kesejahteraanlah jawabannya.

Kesejahteraan penduduk, Angka kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi. Dibeberapa tempat masih banyak terlihat kondisi yang sangat memprihatinkan masih banyak bangunan-bangunan kumuh di bantaran kali, di bawah jembatan disekitar tempat pembuangan sampah, dan masih banyak pedesaan tertinggal yang tidak ada pasokan listrik maupun air bersih, untuk mandi, masak dan mancuci saja mereka masih manggantungkan air sungai yang kebersihannya dipertanyakan. Kita tidak bisa menyalahkan pemerintah begitu saja. Ironis memang, Negara kita kaya akan sumber alamnya dikemanakan uang itu? Pemerintah dari tahun ke tahun selelu berusaha mengurangi persentase kemiskinan karena hal ini menjadi indicator keberhasilan suatu periode pemerintahan akan tetapi hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan banyak hal lain yang harus diperhatikan oleh pemerintah selain dari mengurusi angka kemiskinan.

Pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan rakyat, dan rakyat tidak akan teratur tanpa ada yang mengatur. Untuk itulah diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah dan rakyatnya. Lupakanlah unsur golongan yang selama ini memecah belah rakyat Indonesia, marilah bersatu untuk Indonesia yang lebih baik. Merdeka Indonesiaku, merdeka tanah airku. Aku cinta padamu.

2 Comments leave one →
  1. August 22, 2009 11:30 pm

    ini bang todi uang bikin nih..wakaka

Trackbacks

  1. Highlight « Buletin Bejana’s Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.