Skip to content

Ada Apa Dengan Bangsaku? Entahlah..

August 25, 2009

HALAHHHHHHHHH!!!!!!!!!! Kakean bacot malingsia, perang aja !!!!hancurkan malingsia!!!! anjing babi negara malingsia yang suka menyiksa TKI dan mengCOPY PASTE kebudayaan INDONESIA!!!

beginilah ungkapan emosi salah satu putra/putri bangsa yang saya ambil dari sebuah situs internet. saya tahu, ungkapan seperti ini mungin hanya segelintir orang saja yang mengungkapkan emosinya dengan cara yang seperti ini. menarik bukan? sungguh menarik pandangan saya melihat komentar dari seseorang tersebut.begitu sopan komentarnya? aku sempat tidak percaya, apa mungkin orang Indonesia yang berkomentar seperti ini? yang aku kenal dari masyarakat indonesia bukannya kesopanan dan tutur bahasa yang baik?entahlah…

Indonesia dan Malaysia yang merupakan saudara serumpun ini sedang didera konflik panas dan terus saja berkepanjangan. konfliknya memang belum sampai terjadi perang fisik, akan tetapi dampak konflik ini sungguh membuat gerah kita semua terutama saya sendiri.

saya gerah sekali melihat kondisi dan situasi yang berkembang saat ini antara kedua negara, cukup sudah perdebatan, penjelasan, dan memberi kepahaman kepada teman-teman dan sahabat saya di Indonesia dalam menyikapi hal ini. ketika perbincangan terjadi tentang indonesia dan malaysia antara saya dan sahabat saya, hanya ada pertanyaan dan ungkapan terlontar yang seperti ini:

Uf, kenapa sih Malaysia terus mencuri kebudayaan kita?tolong bilangin ke orang Malaysia, berhenti mencuri dan mengklaim kebudayaan kita!!(dengan ungkapan yang emosional)

sahabat saya yang lain pun juga ikutan mengungkapkan:

Emang bangsat tuh Malingsia!bilangin uf, kalo mereka masih kayak gitu juga. kita siap peran dan angkat senjata!!jangan pernah mau harga diri bangsa kita diinjak-injak, mereka betul-betul menghina kita!!

menanggapi tanggapan sahabat saya tersebut, saya hanya bisa tersenyum kecut. ada apa dengan semua ini semua?ketika klaim malaysia mengenai tari pendet belakangan ini, semua masyarakat Indonesia gerah sekali. mereka merasa bahwa Malaysia telah dengan tidak sopannya mencuri kebudayaan kita, hal ini membawa implikasi emosi tingkat tinggi dan kekecewaan yang dalam terhadap malaysia. hingga mindset “sebagian” orang Indonesia begitu negatif terhadap malaysia.

lagi-lagi saya hanya bisa tersenyum kecut dan mencoba mencari tahu dari berbagai sumber tentang permasalahan yang sedang panasnya di tanah air, serta mencoba menjelaskan sebaik mungkin dengan cara yang baik dan positif mengenai permasalahan ini dari sudut pandang saya, yaa..saya seorang mahasiswa Indonesia yang sudah hampir 3 tahun merasakan kondisi yang sebenarnya disini. ketika saya mencoba menjelaskan ke sahabat saya terhadap kondisi yang sebenarnya, tiba-tiba mereka semua hanya bisa menjawab seperti ini:

Uf, elo masih WNI (warga negara indonesia) kan? elo masih orang Indonesia kan? kenapa sih elo cenderung biasa aja menanggapi hal ini dan sepertinya kok elo membela malaysia sih?

untuk hal ini saya dengan lantang menjawab:

walaubagaimanapun dan dalam kondisi apapun, Indonesia sudah terstempel dan tidak mungkin hilang didadaku!! Indonesia tidak akan pernah sedikitpun hilang dari jiwa dan ragaku!! Indonesia tetap ada didalam sanubariku!tidak ada yang bisa menggantikan, walaupun aku memang harus meninggalkan indonesia sementara saja untuk menuntut ilmu di negeri orang..

aku sebenarnya tidak pernah membela Indonesia ataupun Malaysia mengenai hal ini. tapi sebagai seorang akademisi, aku coba mencari kebenaran dari berbagai sumber yang ada. mencoba mencari informasi terlebih dahulu, mengamati perkembangan berita yang terjadi, menganalisa, membuat diskusi-diskusi singkat dengan teman-teman mahasiswa Indonesia, dan mencoba menarik benang merah atas permasalahan yang terjadi, dan berusaha mengambil keputusan yang pas dalam melihat situasi dan kondisi yang terjadi. bukankah ini cara yang seharusnya kita lakukan dalam menyikapi hal ini?tapi kenapa semua orang mudah sekali emosi, menjudge, dan mudah sekali terprovokasi dengan berita yang ada.

sebetulnya, isu yang panas ini antara Indonesia dan Malaysia terjadi karena mungkin kita terlahir sebagai saudara serumpun. pertentangan isu dan hak-hak warisan kebudayaan menjadi sangat sensitif sekali. sedikit saja isu kebudayaan timbul, semua masyarakat Indonesia bereaksi. tapi yang saya sesalkan, kenapa reaksi yang timbul begitu negatif dan sangat provokatif? kenapa tidak mencari jawaban dari sudut-sudut pandang yang lain, baik, dan positif?kenapa lebih suka sekali mencaci dibanding harus beropini dengan sopan?kenapa lebih suka menghujat dibanding harus bertutur dan berbudi bahasa yang baik?

ahh,sudahlah mungkin mulai sedikit luntur identitas kita yang katanya kita ini masyarakat yang ramah, sopan, dan berbudi bahasa yang baik. Yang mengherankan juga, ketika pemberitaan di Indonesia begitu panas, kenapa kita mudah sekali terprovokasi?

kita mencak-mencak karena kita merasa kecolongan karena Malaysia telah mengklaim kebudayaan kita?tapi lagi-lagi saya bertanya, kenapa kita baru sibuk sekarang?kenapa kebudayaan kita tidak dijaga dari dulu dan dilestarikan sedemikian rupa?kenapa pemerintah Indonesia baru sibuk seperti kebakaran jenggot untuk mempatenkan kebudayaan kita?entahlah…

selain itu, kita merasa identitas kita sebagai orang Indonesia terinjak-injak dikarenakan sikap Malaysia yang mencuri kebudayaan kita. tapi lagi-lagi saya bertanya, kenapa kita begitu bangganya apabila mengadopsi gaya western countries dibanding menggunakan gaya adat jawa?. kenapa kita lebih senang mempergunakan alat musik band dibanding mempermainkan gamelan atau angklung?. kenapa juga kita lebih nyaman menonton ke 21 dibanding kita menyaksikan pagelaran wayang kulit?atau kenapa kita justru tertawa terbahak-bahak ketika ada teman kita yang memakai bangklon dan bergaya adat jawa di kesehariannya?entahlahh..

entahlah, ada apa dengan bangsaku saat ini. lebih banyak yang lebih suka berbicara alias cuap-cuap daripada harus mengambil tindakan atas semua yang terjadi. lebih senang mencaci maki negara lain dibanding harus mempelajari dan mengambil hikmah atas apa yang terjadi saat ini. apa karena Indonesia sudah memiliki segalanya (hutan yang luas, laut yang luas, ribuan pulau yang terbentang, kekayaan alam yang melimpah,dsb) kita seperti terlena?

entahlah…

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.