Skip to content

Opa…. Prof. Dr. Amir Hakim Usman

October 13, 2013

 

Suatu hari ku terduduk diam menatap langit-langit kamar. Bermenung dan teringat akan suatu hal. Hal yang sangat tak mungkin menjadi nyata. Opa, yaa aku ingin bertemu dengannya.

 

Kembali ke masa lalu ku, lebih muda 10 tahunan. Waktu itu aku masih duduk di bangku SD, dimana masa-masa itu adalah masa anak-anakku yang serba tidak tahu. Bermula dari gempa ditahun 2004. Waktu itu semua warga Kota Padang kalut dan heboh dengan tsunami yang terjadi di Banda Aceh. Bukan hanya Kota Padang, tapi seluruh dunia prihatin dengan kejadian itu. Semenjak itu, aku yang awalnya tinggal di sepanjang jalan Pantai Padang memutuskan untuk pindah ke daerah yang lebih aman. Kemudian aku dibawa oleh orang tuaku ke tempat Opa. Opa begitu sebutannya adalah orang tua laki-laki dari papi aku. Dan detik itu dimulailah kehidupan baruku ditempat yang berbeda, bahkan lebih nyaman dari rumahku sendiri.

Aku adalah anak pertama dari 3 bersaudara, dan merupakan cucu kedua dari 6 cucunya Opa serta merangkap menjadi cucu perempuan pertama. Aku tau kehadiranku di dunia ini menjadi hal yang special bagi Opa. Aku merasakannya. Kasih sayang itu tumbuh dan terus tumbuh tanpa henti untukku. Apalagi semenjak aku pindah ke rumah Opa. Walaupun orang tua aku sibuk, tetapi karna dirumah Opa semuanya ga berasa sepi. Dan aku selalu dibilang adalah cucu kesayangan. Dan memang aku merasakan hal itu sampai saat ini.

Opa adalah dosen Bahasa Indonesia di Universitas Negeri Padang. Selama Opa menjadi dosen disana, kemanapun aku selalu dibawa sama Opa. Bertemu sama rekannya, mahasiswanya, rapat, dan bahkan hanya sekedar berkeliling dan mengenalkan dunianya padaku. Setiap kali aku bertemu dengan orang-orang yang mengenali Opa pasti bilang “wah ini cucu Bapak yaa, udah kelas berapa? Sekolahnya dimana? cantik ya Pak, nanti kalo udah besar pasti jadi orang hebat kayak Opanya”. Itulah yang selalu aku dengar tiap bertemu dengan bisa dibilang orang-orang yang mengagumi sosok Opa.

Kemana pun aku mau, Opa pasti selalu usahain untuk nemenin aku. Keinget banget dahulunya aku minta jalan-jalan ke Minang Plaza. Kalo sekarang udah ganti nama jadi Basko Grand Mall. Rumah Opa gak jauh dari sana, lebih tepatnya dikomplek UNP banget deh, deket kan? Trus aku mau belanja makanan dan apa aja yang nampak aku minta beli sama Opa. Dari rumah ke Minang Plaza naik angkot, trus waktu pulangnya jalan kaki dan nenteng 2 kantong gede berisi makanan dan belanjaan lain. Dan Opa gak pernah ngeluh dengan apa yang aku minta. Beliau ikhlas banget. Dan berkat Opalah yang mengajarkan aku untuk selalu dekat dengan Allah. aku dan 2 adikku disekolahkan ke TPA di Masjid Raya Al-Azhar waktu itu. Kasih sayangnya yang ga pernah aku lupakan adalah Opa yang selalu nganterin aku dan adik-adik aku untuk pergi ngaji. Sekalipun itu didikan subuh, pasti dianterin. Dan Opa yang membiayai kami bertiga untuk menuntut ilmu di TPA itu sampai akhirnya kami khatam Al-qur’an. Dan alhamdulillah antara aku bertiga adikku, salah satu dari kami bisa juara dan membuat Opa jadi bangga. Tetapi sayang, Opa gak bisa menghadiri dan melihat adik bungsu aku meraih juara 1 itu karna Opa telah tiada.

Kepergian Opa beberapa bulan sebelum adik bungsu aku tamat TPA. Lebih tepatnya 21 Agustus 2007 dimana saat itu adalah hari yang sangat menyedihkan untuk aku dan keluarga. Dan bagi aku, itu adalah kejadian yang baru pertama kali aku alami selama aku hidup. “Semua orang yang bernyawa, akan mati” begitulah….

Disaat pemakaman itu, aku yang baru duduk di bangku 3 SMP hanya terdiam, dan menyesali bahwa selama Opa sakit, aku selalu sibuk dengan kegiatan aku. Walaupun les, tetapi sesekali hanya alasan les untuk pergi bermain dan meninggalkan Opa dirumah. Padahal selama Opa sakit, aku selalu minta tunjukin PR dan Opa selalu bersedia membantu aku. Sama seperti dahulu ketika Opa masih sehat. Opalah yang selalu ngajarin aku dan adik-adik perkalian, membaca, menulis, bahasa, bahkan membuat PR bahasa inggris dan fisika. Sampai suatu waktu, aku mendapatkan pujian karena penelitian fisika aku bagus. Padahal semuanya Opa yang membuatkan. Benar-benar mengagumkan. Sosok kakek 70 tahun yang serba bisa dan penuh kasih sayang. Dan ketika Opa disemayamkan di Rektorat Universitas Negeri Padang, itulah pertama kali aku mendengarkan bahwa Opalah yang pertama kali membangun kampus bersama rekan-rekannya yang lain. Dan Opa pernah sekolah S3 nya di Germany dan Belanda. Serta penghargaan lain yang sangat mengejutkan diriku. Sungguh menakjubkan! Dan aku tak pernah tahu soal itu. Aku merasa menjadi seorang yang sangat bodoh dan tak tau akan semua hal, bahkan tentang Opaku sendiri.

Dan sekarang, Opa telah tiada. Opa telah kembali ke Yang Maha Kuasa. Opa udah tenang di alam sana dan bahkan saat ini, Opa pasti sedang melihatku menulis cerita tentangnya. Dan Opa senang karena aku masih mengingatnya. Sebuah tanggung jawab besar untukku adalah ketika aku bertemu dengan keluarga besar pasti mereka bilang “wah kamu udah besar nih, pinter, jadi orang hebat besok ni, atau jadi dosen aja kayak Opa, pasti Opa seneng disana ngeliat kamu”. Ketika mendengarkan itu aku terdiam dan menahan air mata. Begitu sayangnya Opa dengan ku dan aku tidak boleh menyia-nyiakan kasih sayangnya selama ini. Semuanya…. apapun itu.

Waktu… adalah sesuatu yang sangat berharga. Sesuatu yang ga boleh disia-siakan, karna waktu tak akan pernah bisa kembali. Yang lalu akan berlalu dan masa depan akan datang untuk dihadapi.

 

Opa, bagikuuu…..

Dirimu adalah sosok kakek yang bijaksana

Sosok kakek yang selalu pengertian dan perhatian

Sosok kakek yang penuh kelembutan dan kasih sayang

Sosok kakek yang special dan unik untukku

Opa… saat ini ku kirim doa untukmu

Agar dirimu tenang disana

Dan suatu saat nanti,

Aku akan membuatmu tersenyum bangga kepada ku

Opa… Prof. Dr. Amir Hakim Usman

Advertisements
One Comment leave one →
  1. January 22, 2014 3:06 am

    dapatkah anda memberi saya
    profil lengkap dari Yth Prof.Dr. Amir Hakim Usman??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: