Skip to content

Di ujung Mata Senja

October 22, 2013

Qara pun  diam. “Qara apa yang terjadi? Hari ini aku datang ke rumah. Tapi aku tidak bertemu mama dan papa. Aku malah melihat empat box barang-barangku disudut kamar. Aku sedih. Mereka seolah akan melupakanku”. Aku terus saja menangis. “Kau tau? Hari ini aku pingsan di lorong kedua sekolah kita. Karena itu aku tidak datang kembali ke kelas. Tapi anehnya, tidak ada yang menolongku. Hal ini terjadi sudah dua minggu. Dan kau tau? Hari ini aku juga membaca berita mengenai kecelakaan yang menimpa Dan”. Qara terdiam dan tersandar di meja belajarnya. Ku lihat dia sangat takut. Bibirnya bergetar dan air matanya terus mengalir. “Qara, aku harus pergi ke tempat nenek. Aku ingin bertemu mama”. Qara lagi-lagi menatapku.

“Baiklah, aku akan menemanimu ke tempat nenek. Tapi sekarang, tenangkan dirimu dulu. Aku akan memasakan sesuatu. Kau istirahatlah dulu” jawab Qara sambil menghapus air matanya. Aku mengangguk pelan. Sesaat setelah Qara pergi menuju dapur, aku pun membuka diariku. Aku duduk di ujung kasur dan mulai membaca halaman demi halaman.

10 Januari 2010

Ini adalah hari pertama ku masuk ke sekolah ini. Oh Tuhan, di hari pertama ini aku bertemu seorang malaikatmu! Dia..sangat sempurna. Dia menolongku mengambilkan sapu tanganku yang terjatuh di jalan. Aaaaaa tatapan matanya!!

12 Januari 2010

Tuhan, hari ini aku kembali melihatnya. Dia bermain basket. Dia sangat tampan memakai baju basket itu. Aku harus tau siapa namanya. Ya harus! Semangat Senja! J

17 Januari 2010

Dammar. Namanya adalah Dammar. Aku memberinya nama Dan. oh Tuhan, Dan. si ketua club basket, pemain piano yang juga mahir.  Dia cinta pertamaku.

14 Februari 2010

Tuhaaaaaan…hari ini Dan tampil rapi sekali. Kemahirannya bermain piano, ya Tuhan, aku sangat mengaguminya. Aku harus ikut les piano mulai hari ini. Ya harus! Aku akan memaksa Qara menemaniku.

16 Februari 2010

Hari ini adalah minggu kedua aku ikut club basket di sekolah. Dan adalah pelatihku. Dan sangat tampan. Oh ya sore ini aku akan menonton acara basketnya.

Aku pun tersenyum kecil membaca tulisan tersebut. Ku rasa, dulu aku memang sangat mengangumi Dan. Tapi kenapa aku tidak ingat Dan lagi? Aku membalik beberapa halaman belakang.

By: Skyblue

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: