Skip to content

Cinta Terlarang

October 25, 2013

Teringat senyuman mu malam itu membawa ku kembali ke masa lalu yang mungkin tak akan pernah ku lupakan seumur hidup ku. Walaupun aku tau tak semua kenangan yang ada di masa lalu itu adalah kenangan manis, tentu ada satu kisah yang tidak ku inginkan juga terjadi dalam pertemuan kita yang hanya –menurutku-  sangat sangat singkat. Tapi itu semua tak berarti jika kenangan manis yang ku lalui bersama mu teringat kembali. Hal terindah tersebut diawali ketika dirimu datang disaat aku membutuhkan kawan sebagai sandaran atas kelabilan hati yang sedang ku alami disebabkan beratnya menghadapi hidup di dunia yang fana ini. Dengan penuh rasa sayang engkau mau mendengar, melihat dan seperti ikut merasakan apa yang ku alami dan mengajak diri ini keluar dari masa kelam itu.

Pengertian yang engkau berikan begitu berarti bagi diri yang nampaknya sudah tak ber-ruh lagi. Kesabaran untuk memahami kompleksnya pikiran ku waktu itu dan kasih sayang yang begitu mendalam engkau berikan secara cuma-cuma tanpa mengharapkan imbalan apapun dari ku. Kenangan tersebut akan selamanya ku kenang sampai kapan pun.

Kebersamaan yang kita lalui adalah waktu terlama bagiku untuk menikmati hidup, sementara hal itu berbanding terbalik dengan kehadiran mu yang datang bagai kilat di tengah lautan yang seperti ingin menelan semua kapal-kapal yang ada diatasnya. Dirimu bagai Dewa atau Tuhan yang ingin mengingatkan hambanya bahwa hidup dengan kemurungan dan putus ada adalah hal terlarang, tapi mengapa engkau datang dengan wujud yang sama dengan diri ini serta meninggalkan ku tanpa salam perpisahan. Salah kah diri ini mencintaimu yang begitu sempurna untuk ku miliki? Atau kepergian mu mengandung arti berakhirnya tugas Dewa atau Tuhan untuk meluruskan kembali hidup seorang hambanya?. Tak ada seorang pu yang tau secara pasti kecuali diri mu sendiri.

Indahnya kenangan hidup bersama mu bagai mukjizat bagi ku. Engkau mengembalikan kehidupan ku yang telah lama hilang dan harapan serat doa lah yang hanya bisa ku berikan kepada mu sebagai balas jasa. Tak lupa ku hanturkan permintaan maaf atas cinta terlarang ini, karena aku sekarang tahu dan yakin bahwa tak seharusnya aku memiliki hubungan sesama jenis, seorang wanita mencintai wanita lain. Sebuah dosa yang akan mengembalikan diriku kembali ke masa lalu tepat sebelum kehadiran mu dan kenangan itu.

By: SBY

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: