Skip to content

Highlight

ANNOUNCEMENT: We are extended our magazine project deadline! So if you still have idea what do you want to know about Indonesia or want us to cover, share with us! Send email to buletin.bejana[at]gmail.com !

Silahkan lihat video presentasi kami tentang BEJANA! (video 1) (video 2)

Di ujung Mata Senja

October 22, 2013

Qara pun  diam. “Qara apa yang terjadi? Hari ini aku datang ke rumah. Tapi aku tidak bertemu mama dan papa. Aku malah melihat empat box barang-barangku disudut kamar. Aku sedih. Mereka seolah akan melupakanku”. Aku terus saja menangis. “Kau tau? Hari ini aku pingsan di lorong kedua sekolah kita. Karena itu aku tidak datang kembali ke kelas. Tapi anehnya, tidak ada yang menolongku. Hal ini terjadi sudah dua minggu. Dan kau tau? Hari ini aku juga membaca berita mengenai kecelakaan yang menimpa Dan”. Qara terdiam dan tersandar di meja belajarnya. Ku lihat dia sangat takut. Bibirnya bergetar dan air matanya terus mengalir. “Qara, aku harus pergi ke tempat nenek. Aku ingin bertemu mama”. Qara lagi-lagi menatapku.

“Baiklah, aku akan menemanimu ke tempat nenek. Tapi sekarang, tenangkan dirimu dulu. Aku akan memasakan sesuatu. Kau istirahatlah dulu” jawab Qara sambil menghapus air matanya. Aku mengangguk pelan. Sesaat setelah Qara pergi menuju dapur, aku pun membuka diariku. Aku duduk di ujung kasur dan mulai membaca halaman demi halaman.

10 Januari 2010

Ini adalah hari pertama ku masuk ke sekolah ini. Oh Tuhan, di hari pertama ini aku bertemu seorang malaikatmu! Dia..sangat sempurna. Dia menolongku mengambilkan sapu tanganku yang terjatuh di jalan. Aaaaaa tatapan matanya!!

12 Januari 2010

Tuhan, hari ini aku kembali melihatnya. Dia bermain basket. Dia sangat tampan memakai baju basket itu. Aku harus tau siapa namanya. Ya harus! Semangat Senja! J

17 Januari 2010

Dammar. Namanya adalah Dammar. Aku memberinya nama Dan. oh Tuhan, Dan. si ketua club basket, pemain piano yang juga mahir.  Dia cinta pertamaku.

14 Februari 2010

Tuhaaaaaan…hari ini Dan tampil rapi sekali. Kemahirannya bermain piano, ya Tuhan, aku sangat mengaguminya. Aku harus ikut les piano mulai hari ini. Ya harus! Aku akan memaksa Qara menemaniku.

16 Februari 2010

Hari ini adalah minggu kedua aku ikut club basket di sekolah. Dan adalah pelatihku. Dan sangat tampan. Oh ya sore ini aku akan menonton acara basketnya.

Aku pun tersenyum kecil membaca tulisan tersebut. Ku rasa, dulu aku memang sangat mengangumi Dan. Tapi kenapa aku tidak ingat Dan lagi? Aku membalik beberapa halaman belakang.

By: Skyblue

Terasi dan Rendang

October 22, 2013

Dari 51 hari gue berada disini, semalam adalah makan malam terlezat yang pernah gue rasakan.

Jadi ceritanya teman sekamar gue dikirimi makanan-makanan dari Indonesia yang sukses membuat kami berdua menjerit bahagia saat membuka bungkusan titipan tersebut. Kami langsung memeluk paket tersebut dan menciuminya penuh cinta. Betapa kami merindukan wangi rempah-rempah khas Indonesia.

“RENDAAAAAAAAANG!!!” pekik gue ketika barang pertama dikeluarkan, mengalahkan kerasnya teriakan orang-orang yang menonton pertandingan bola.

“TERASIIIIIIII!!!!”  balas teman sekamar gue dengan tidak kalah hebohnya.

Selanjutnya, ada sambal Indonesia yang ia titip (untuk makan M********n, katanya) dan rendang telur, yang sukses membuat kami berdua mengahru biru karena ini akhir bulan dimana akhir bulan berarti isi dompet menipis dan makanan terbatas.

Saat makan malam, kami turun ke bawah untuk membeli nasi putih dan bergegas naik kembali ke kamar. Sampai di kamar, kami mengambil botol air, piring, dan semua sambal tadi kemudian meletakkannya di atas karpet di tengah-tengah kamar, bersiap untuk makan enak.

Saat kotak rendang pertama terbuka, langsung tercium aroma rempah-rempah khas Indonesia. Rendang dengan warna hitam, kering, dengan campuran sayur paku. Hanya dengan mencium aromanya saja kami berdua sudah kelaparan.

Selanjutnya, kami memindahkan nasi yang sudah dibeli dari sterofoam ke piring lalu menyendok rendang. Sebagai sentuhan terakhir, kami menyendok terasi dan meletakkannya di pinggir piring.

Pertama, gue gigit daging rendang tersebut dan mencampurkan bumbunya ke nasi putih hingga warnanya berubah. Setelah itu, gue ambil sedikit terasi dan mencampurkannya ke sebagian kecil nasi yang akan gue suap.

Setelah campurannya gue rasa sempurna, gue menyuap nasi tersebut dan—

Rasanya tidak terlukiskan dengan kata-kata. Itu rendang dengan terasi terlezat yang pernah gue makan dalam 20 tahun kehidupan gue.

 

By: chocofetish

Semuanya Indah pada waktunya con’t

October 22, 2013

Malam itu aku tidur-tiduran, kesepian melandaku saat itu. Kebosanan yang tiada tara. Aku memegang hpku dan aku melihat apapun yang bisa diliat disana. Melihat recent update, ngebaca ulang chat-chat, bahkan membuka galeri yang pada saat itu aku masih menyimpan foto tentangnya. Kemudian aku membuat status di BBM, tak lama kemudian ada salah seorang teman di bbku yang mengirim bbm padaku. Yang isinya itu merespon status yang baru aku buat dan kemudian menanyakan hal lainnya. Yang berujung pada perkenalan.Namanya Robby. Dia adalah salah satu mahasiswa dikampusku. Aku pun belum pernah bertemu dengannya bahkan belum mengenalinya.

Selang waktu berganti, bbm pun mulai mencapai intensitas “setiap hari”. Aku menceritakan hal ini kepada temanku, dan mereka merespon dengan baik. Mereka bilang kalau itu adalah sinyal baik Robby suka padaku. Aku juga merasakan hal yang sama. Aku merasa Robby memang suka padaku. Jelas terlihat dari gaya teks bbm yang dikirimkannya. Dan kami pun saling curhat-curhatan, aku menceritakan bahwa aku sedang patah hati karena dikhianati. Robby memberikan nasehat padaku. Ya itu adalah perkenalan yang sangat singkat.

Disaat aku dekat dengan Robby, Nino pun mulai mendekatiku juga. Aku kembali meragu. Disatu sisi aku mulai mendapatkan dunia baru dengan Robby dan disisi lain sisa cinta dan sayangku pada Nino masih ada. Dan aku memutuskan untuk melupakan Nino.

Maaf Nino

Saat ini aku sudah menemukan dunia yang baru

Dunia yang aku harap tanpa kesakitan seperti yang pernah kau lakukan

Dunia yang penuh dengan kebahagiaan

Dunia tanpa kebencian

Dan

Dunia tanpa dirimu

(bersambung)

 

By: RA12

Tanya

October 21, 2013

Saya punya kata Tanya. Tentang kehidupan dan tentang keadilan.

Saya punya kata Tanya. Tentang apa yang baik dan apa yang buruk.

Berapa banyak Tanya yang cukup untuk menjawab semua pertanyaan ini?

Pernahkan kamu ada dalam suatu keadaan dimana disana hanya ada Tanya?

Dimana kebingungan saat bahkan kamu tak tahu apa yang kamu  tidak ketahui?

Saya ingin bertanya pada seisi dunia. Tentang keadaan apa yang sebenarnya terjadi.

Tentang bagaimana semua retorika pertanyaan klasik ini menjadi sebuah pertanyaan besar yang  tak terjawab.

Tanyakan pada semua yang kamu tahu, tentang bagaimana kita harus bertanya.

Tanyakan pada semua yang kamu rasa akan tahu, tentang kata Tanya yang menghasilkan jauh lebih banyak Tanya.

Percayakah kamu akan sebuah pertanyaan mutakhir? Sebuah hasrat untuk mencari jawaban bahkan dalam keadaan tersesat sekalipun?

Bisakah kamu hanya diam untuk pergi dan tak akan menengok kembali?

Butuhkah kamu akan sebuah Tanya?

Bolehkan aku bertanya tentang sebuah Tanya?

Tentang apa yang nyata dan apa yang kasat mata.

Tentang agenda dan tentang segala Tanya.

Tentang dunia yang gelap dan waktu yang tak henti berdetak?

Bolehkah aku bertanya tentang keinginan?

Tentang keingintahuan dan hasrat akan pengetahuan?

Aku ingin tahu tanpa bertanya, aku ingin sadar tanpa ada pretensi.

Aku hanya ingin bebas. Bebas. Bebas.

By: Anita Cia

My Diary

October 21, 2013

Gue pegang cincin dari Rindo, gue genggam kuat, gue ga mau Alvin sampai tau. Dijalan pulang ga tau kenapa pikiran gue malah ke Rindo, padahal itu hari jadian gue sama Alvin,

Alvin : “ kamu kenapa Car “

Gue : “ ha ? aku gapapa “

Alvin : “ kenapa , kamu capek “

Gue : “iya aku capek”

Alvin : “yaudah ntar nyampe rumah langsung istirahat ya “

Gue : “ iya “

Udah sejam gue dirumah berkali-kali gue mandangin dan megangin cincin yang dikasih Rindo, ga tau apa yang ada difikiran gue, gue ga kayak cewek bahagia yang baru jadian, masak sekalipun gue ga megang dan senyum-senyum sewajarnya kayak orang bahagia baru jadian sama cowok yang udah lama ditunggu-tunggu.

Alvin berkali-kali nelvon gue tapi ga gue angkat, ternyata ada beberapa panggilan tak terjawab juga dari Rindo.

Waktu gue baca sms

Alvin : “kamu udah tidur ya, kecapean kali yah, night and have a nice dream baby “

Untuk pertama kalinya gue dipanggil kayak gitu, aturannya gue seneng, tapi perasaan gue malah datar

Tiba-tiba masuk sms lagi

“ aku udah coba, tapi aku tetep ga bisa relain kamu, aku bakal nunggu kamu Car, aku sayang kamu “

Dan itu adalah sms dari Rindo

Sumpah gue ga tau apa yang salah, gue ga ngerti kenapa bisa kayak gini, kenapa gue malah jadi sedih plus galau abis sejak kejadian tadi malam, gue galau dan sedih di hari jadian gue, dan yang bikin gue ga karuan kayak gitu bukan pacar gue tapi temen deket gue yang pedekate sama gue.

Gue ga tau harus gimana lagi beneran ga tau, gue juga ngerasa aneh sama diri gue sendiri.

By: 88

21 Oktober 2000

October 21, 2013

Hari ini, tepat 13 tahun yang lalu..

Pukul 9 pagi saat telepon datang, mengabari kalau mama dan papa sedang berada di rumah sakit dan semuanya baik-baik saja. Papa berbicara dengan tenang, berkata kalau aku dan adikku harus patuh dan jadi anak baik selama mereka di rumah sakit.

Aku mengiyakan, dan memberikan telepon ke adikku; membiarkan ia berbicara dengan papa.

Beberapa jam kemudian, telepon kembali datang. Masih dari papa, mengingatkan kami berdua untuk makan siang. Kali ini suara papa mulai terdengar agak panik; kacau lebih tepatnya.

Panggilan diakhiri, dan aku mengajak adikku untuk makan.

“mama kok gak ngomong sama kita ya kak?” Tanya adik kecilku.

“mama istirahat, dek.” Jawabku singkat, berharap jawaban itu bisa memuaskannya.

“mama sakit kak?”

“engga. Mama di rumah sakit soalnya adek kita mau lahir.”

Dan dia tersenyum senang mendengarnya. “adek kita laki-laki kak? Soalnya kita berdua kan udah perempuan.”

“semogaya.” Responku.

Pukul satu lewat lima belas menit, telepon kembali berdering. Kali ini aku dan adikku berlarian untuk mengangkatnya.

Ternyata papa, dengan suara bergetar mengabari kalau adik bayi yang sudah kami tunggu berbulan-bulan sudah lahir. Baik mama dan adik baru kami keduanya dalam keadaan sehat dan tidak kurang satu apapun.

Serentak, kami bertanya kepada papa.

“adeknya laki-laki pa??”

“perempuan, nak.” Jawab papa “punya tiga anak gadis papa sekarang.”

Responku dan adik kecilku selanjutnya, yang entah kenapa serentak sukses membuat papa tertawa geli.

“yaaaah..perempuan! kita udah kebanyakan perempuan pa!”

(to my lilaegi, happy 13th birthday! Sorry for not being able to celebrate it by your side this year but hopefully, we can celebrate it together next year and next year and next year!)

By: chocofetish.

Impian gue salah masuk Circuit Con’t

October 21, 2013

Eps 2

Ketidak sengajaan ini terjadi ketika gue lari ke atap sekolah karna kesal, malu dan mau menutupi air mata ini. Lagi lagi gue ditelanjangi didepan katin gue ditantang duel dengan Sandra yang dengan percaya dirinya gue terima dan gue harus terima untuk mendapatkan suara terbanyak dari suara sorakan agar gue berhenti nyanyi. Dan tiba tiba air mata ini tersedot kembali ke kelopaknya disebabkan oleh petikan gitar dan suara yang syahdu dan ternyata itu Ben”!!

Selanjutnya teman gue Sara, cewek pertama yang mau temanan sama gue mungkin terpaksa karena dia roommate gue ato mungkin karna dia bagian orang aneh di sekolah ini. Kalau buat roommate gue ini gak sama ceritanya dengan Ben, sebenarnya gue udah tau apa yang dikerjakan Sara selama ini tapi gue takut kalau dia membeci gue. Hal ini terjadi pada semester kedua akhir kemarin tepatnya setelah gue gagal audisi dalam pemilihan girl band yang ke 3 kalinya. Sarah tiga hari tidak pulang ke asrama tanpa membawa atribut yang biasa dia bawa.. semunya tergeletak di atas meja belajarnya. Sara melupakan atributnya gara-gara neneknya masuk rumah sakit.  Dengan menirukan keahlian maling ato lebih halusnya biasa dibilang koruptor… gue mengotak atik laptop Sara dan mendengarkan semua yang disembunyikan Sara selama ini…. BANG BANG”!!!!! wawwwwww its so amazing….! Yang disembunyikan Sara selama ini ternyata adalah hasil aransement tangannya sendiri mulai JesseMcCartney, Secondhand, Lady Gaga, Glend dan masih banyak lainya diaransement dengan uniknya .

Jujur gue merasa was was sama diri gue, gue takut sama impian gue,,, selama ini gue berusaha keras sampai sekarang belum ada hasilnya sementara teman gue yang gue anggap aneh selama ini ternyata memilik bakat yang luar biasa,, oh Tuhan apa lebih baik gue lari aja dari impian gue untuk jadi penyanyi yang terkena melebihi Agnezmo wanita idol gue yang sekarang sudah go international sementara gue go dari sekolan ini aja belum bisa sampai sekarang,,,, oHHhhh no !!!!

Selain Ben.. gue juga sering menggunakan atap sekolah sebagai tempat gue menumpahkan semua rasa sesal gue kedalam puisi gak jelas didalam “buku puti” buku ini singakatan dari “buku puisi hati” …. sebenarnya buku ini adalah hadiah ulang tahun gue dari ayah buku ini ayah berikan agar gue bisa melakukan research dan mencatatkan semua penelitian

gue kedalam buku ini namun buku ini telah gue jadikan sebagai diary gue untuk menulis segala rasa gundah yang gue hadapi salama ini . “Apa gue berdosa karna tidak menuruti permitaan ayah untuk jadi ilmuan ato gara-gara penyelewengan penggunaan buku ini atau apakah gue harus keluar dari circuit impian gue dam memenuhi permintaan ayah ohhhh Tuhannnnn..! Kenapa lo sepicik itu bepikir? Ben apaan sih loh sakit..!

 

Lagi lagi si Ben menjitak jidat gue….

Setiap manusia itu diciptakan pasti memilik kelebihan masing-masing tidak terkecuali gadis yang malang kayak kamu… jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu perbaiki apa yang salah dan terus melangkah…. (never give up na na na “Ben bernyanyi dengan gitarnya”)

Sejak kultum yang kurang dari tujuh menit dari Ben yang sisanya kebanyan nyanyian gak jelas, So gue pada akhirnya sedikit sadar dan mulai memperbaiki yang salah pada diri gue tidak dengan menyesali apa yang telah gue dapatktan selama ini. Gue pada akhirnya melakukan research pada diri gue tetang apa sebenarnya bakat yang ada pada diri gue dan pada akhirnya gue memilih untuk latihan vocal dengan serius olah raga yang rutin dan tidak lupa dengan nyanyi sambil mandi kata orang kalau kita nyanyi dikamar mandi itu suara kita lebih terdengar bagus dari biasanya. Sebenarnya suara gue lebih bagus tapi memperhalusnya aja.. wkwkwkwkk

Habis konser dikamar mandi  entah kenapa gue jadi kepikiran sama Kiko… kiko…..  Yup., Kiko itu cowok aneh pertama yang selalu bersembunyi di gudang, sering mengunci dirinya di gudang tanpa ada satupun yang tau apa yang dikerjakannya selama ini,  sering tidak masuk ke kelas akademik dan Kiko merupakan salah satu siswa dengan nilai terburuk baik itu di bidang akademik apalagi soft talent lebih miris nasibnya dibandingkan gue. Sebenarnya Kiko termaksud deretan cowok tampan dan berkantong tebal lebih tepatnya keturunan orang kaya dimana tujuh turunan dipastikan hartnya gak bakalan habis, tapi karna sikap anehnya itu Kiko tidak memilik banyak teman, dia sering mengunci dirinya di gudang. Sambil melamunkan tabiat teman gue yang satu ini  tangan gue akhirya lebih memilih mengakhiri lamunan yang kurang bermafaat ini dengan nonton tv  “selamat datang kembali dalam acara dance talent saya irfan dan bahdim akan menemani pemirsa  satu jam kedepan dengan penampilan dace talent yang luar biasa spektkuler pada abad ini baiklah kita saksikan penampilan dance berikutnya Kiko bambang yudoyono!!!!!”

Teh panas yang bakalan nemanin gue langsung menguyur tempat tidur gue, gue sangat amat terkejut melihat penampilan Kiko dan itu bukan dance yang amatiran lamunan gue setalah mandi tadi ternyata dijawab sudah oleh kenyataan sendiri kenyataan

kalau burung tidak akan bisa terbang sebelum ia mencoba mengepakkan sayap

                        Kita pun begitu, jika ingin bisa melakukan sesuatu kita harus mencobanya

                                                                                                                        (bersambung)

By: Jeswift